Sosialisme

Sosialisme

Sosialisme

Sosialisme adalah serangkaian sistem ekonomi dan sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja, serta teori-teori dan gerakan politik yang terkait dengannya. Kepemilikan sosial dapat berupa kepemilikan negara, kolektif, koperasi, atau kepemilikan sosial atas ekuitas. Ada banyak varian sosialisme dan tidak ada definisi tunggal yang merangkum semuanya, dengan kepemilikan sosial menjadi elemen umum yang dimiliki berbagai variannya. Sosialis merujuk pada orang yang menganut paham sosialisme.

Sistem sosialis dibagi menjadi dua, dalam bentuk nonpasar dan pasar. Sosialisme nonpasar melibatkan penggantian pasar faktor dan uang dengan kriteria teknis berdasarkan perhitungan yang dilakukan dalam bentuk barang, dan dengan demikian menghasilkan mekanisme ekonomi yang berfungsi sesuai dengan hukum ekonomi yang berbeda dari kapitalisme. Sosialisme nonpasar bertujuan untuk menghindari ketidakefisienan dan krisis yang secara tradisional diasosiasikan dengan akumulasi kapital dan sistem profit. Sebaliknya, sosialisme pasar mempertahankan penggunaan harga moneter, pasar faktor; dan dalam beberapa kasus, motif profit, sehubungan dengan operasi perusahaan yang dimiliki secara sosial dan alokasi barang modal di antara mereka. Keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan ini akan dikelola secara langsung oleh tenaga kerja dari masing-masing perusahaan, atau diberikan ke masyarakat luas dalam bentuk dividen sosial. Perdebatan kalkulasi sosialis memperhatikan kelayakan dan metode alokasi sumber daya bagi sistem sosialis.

Politik sosialis berorientasi baik internasionalis dan nasionalis; diorganisir melalui partai politik dan menentang politik partai; di satu waktu tumpang tindih dengan serikat pekerja, pada waktu lain independen dan kritis terhadap serikat; serta ada di negara terindustrialisasi dan berkembang. Berasal dari gerakan sosialis, demokrasi sosial telah merangkul ekonomi campuran dengan pasar yang mencakup intervensi negara yang substantif dalam bentuk redistribusi pendapatan, regulasi, dan negara kesejahteraan. Demokrasi ekonomi mengusulkan semacam sosialisme pasar di mana terdapat kontrol yang lebih terdesentralisasi atas perusahaan, mata uang, investasi, dan sumber daya alam.

Gerakan politik sosialis mencakup serangkaian filsafat politik yang berasal dari gerakan revolusioner pertengahan hingga akhir abad ke-18, dan karena adanya kepedulian terhadap masalah sosial yang terkait dengan kapitalisme. Pada akhir abad ke-19, setelah karya Karl Marx dan kolaboratornya Friedrich Engels, sosialisme telah menjadi oposisi terhadap kapitalisme dan menganjurkan sistem pascakapitalis yang didasarkan pada suatu bentuk kepemilikan sosial atas alat produksi. Pada 1920-an, demokrasi sosial dan komunisme menjadi dua kecenderungan politik dominan di gerakan sosialis internasional. Pada masa tersebut sosialisme muncul sebagai "gerakan sekuler paling berpengaruh pada abad ke-20 di seluruh dunia. Sosialisme adalah ideologi politik (atau pandangan dunia), gerakan politik yang luas dan terpecah-pecah" dan ketika kebangkitan Uni Soviet sebagai negara sosialis nominal pertama di dunia menyebabkan menyebarnya asosisasi sosialisme dengan model ekonomi Soviet, beberapa ekonom dan intelektual berpendapat bahwa dalam praktinya model tersebut berfungsi sebagai bentuk kapitalisme negara, administrasi tidak terencana atau ekonomi komando. Partai dan gagasan sosialis tetap menjadi kekuatan politik dengan berbagai tingkat kekuatan dan pengaruh di semua benua, serta memimpin pemerintahan nasional di banyak negara di dunia. Saat ini, beberapa sosialis juga mengadopsi prinsip dari gerakan sosial lain, seperti lingkungan, feminisme dan progresivisme.

Sejarah

Sosialisme awal

Charles Fourier, pemikir awal sosialis Perancis terkemuka

Komune Paris

Perayaan pemilihan Komune pada28 Maret 1871—Komune Paris adalah implementasi utama awal dari gagasan sosialis

Internasional Pertama

Mikhail Bakunin berpidato kepada anggota Asosiasi Pekerja Internasional di Kongres Basel pada 1869

Internasional Kedua

Awal abad ke-20

Antonio Gramsci, anggota Partai Sosialis Italia dan kemudian menjadi pemimpin dan teoretikus Partai Komunis Italia

Revolusi Rusia

Internasional Ketiga

Rosa Luxemburg, revolusioner Marxis utama, pemimpin Partai Demokrasi Sosial Jerman. Martir dan pemimpin Pemberontakan Spartakus Jerman pada 1919

Internasional Keempat

Perang Sipil Spanyol

Pertengahan abad ke-20

Model Nordik

Uni Soviet dan Eropa Timur

Dunia Ketiga

Kiri Baru

Protes 1968

Akhir abad ke-20

Politik sosialis kontemporer

Afrika

Amerika Utara

Oseania

Sosialisme internasional

Teori sosial dan politik

Pemikiran sosialis awal mengambil pengaruh dari beragam filsafat seperti republikanisme sipil, rasionalisme Pencerahan, romantisisme, bentuk-bentuk materialisme, Kekristenan (baik Katolik dan Protestan), hukum alam, hukum alam dan teori hak-hak kodrati, utilitarianisme, dan ekonomi politik liberal. Dasar filsafat lain bagi banyak sosialisme awal adalah munculnya positivisme selama Pencerahan Eropa. Positivisme berpendapat bahwa baik dunia alam dan sosial dapat dipahami melalui pengetahuan ilmiah dan dianalisis menggunakan metode ilmiah. Pandangan inti ini mempengaruhi ilmuan sosial awal seperti Peter Kropotkin sampai teknokrat seperti Henri de Saint-Simon.

Comte de Claude Henri de Rouvray Saint-Simon, sosialis Prancis awal

Tujuan fundamental sosialisme adalah untuk mencapai tingkat lanjut dari produksi material; dan oleh karenanya produktivitas, efisiensi dan rasionalitas yang lebih besar dibandingkan dengan kapitalisme dan semua sistem sebelumnya; di bawah pandangan bahwa perluasan kemampuan produktif manusia adalah dasar bagi perluasan kebebasan dan kesetaraan di dalam masyarakat. Banyak bentuk teori sosialis berpendapat bahwa perilaku manusia sebagian besar dibentuk oleh lingkungan sosial. Khususnya, sosialisme berpendapat bahwa adat istiadat, nilai-nilai, sifat-sifat kultural dan praktik ekonomi adalah ciptaan sosial dan bukan hasil dari hukum alam yang kekal. Objek kritiknya oleh karena itu bukanlah keserakahan atau kesadaran manusia, tapi kondisi material dan sistem sosial buatan manusia (yaitu struktur ekonomi masyarakat) yang memunculkan masalah sosial dan inefisiensi. Bertrand Russell, yang sering kali dianggap sebagai bapak filsafat analitik, diidentifikasi sebagai sosialis. Russell menentang aspek perjuangan kelas Marxisme, memandang sosialisme semata-mata sebagai penyesuaian relasi ekonomi untuk mengakomodasi produksi mesin modern demi keuntungan seluruh umat manusia melalui pengurangan progresif waktu kerja yang diperlukan.

Kaum sosialis memadang kreativitas sebagai aspek esensial dari sifat manusia dan mendefinisikan kebebasan sebagai keadaan di mana individu dapat mengekspresikan kreativitas mereka tanpa hambatan baik dari kelangkaan materi atau institusi sosial yang koersif. Konsep sosialis atas individualitas dengan demikian terkait dengan konsep ekspresi kreatif individu. Karl Marx percaya bahwa perluasan tenaga produktif dan teknologi adalah dasar bagi perluasan kebebasan manusia; dan bahwa sosialisme sebagai sistem yang konsisten dengan pengembangan teknologi modern, dapat memungkinkan berkembangnya "individualitas bebas" melalui pengurangan progresif waktu kerja yang diperlukan. Pengurangan waktu kerja yang diperlukan sampai minimal akan memberikan individu kesempatan untuk mengejar pengembangan kepribadian dan kreativitas mereka yang sebenarnya.

Kritik terhadap kapitalisme

Marxisme

Tulisan-tulisan Karl Marx memberikan dasar untuk pengembangan teori politik Marxis dan ekonomi Marxis.

Karl Marx dan Friedrich Engels berpendapat bahwa sosialisme akan muncul dari keharusan sejarah kapitalisme yang diberikan sendiri sudah usang dan tidak berkelanjutan akibat dari meningkatnya kontradiksi internal yang muncul dari perkembangan kekuatan produktif dan teknologi. Itu menjadi kemajuan dalam kekuatan produktif yang dikombinasikan dengan hubungan sosial lama dengan produksi kapitalisme yang akan menghasilkan kontradiksi, dan kemudian mengarah ke kesadaran kelas pekerja.

Marx dan Engels berpandangan bahwa kesadaran orang-orang yang memperoleh upah atau gaji (kelas pekerja dalam arti Marxis luas) akan dibentuk oleh kondisi mereka yang menjadi budakan upah, yang mengarah ke kecenderungan untuk mencari kebebasan atau emansipasi mereka dengan menggulingkan kepemilikan alat-alat produksi oleh kapitalis, dan akibatnya, menggulingkan negara yang menjunjung tinggi tata ekonomi kapitalis ini. Bagi Marx dan Engels, kondisi ini menentukan kesadaran dan mengakhiri peran kelas kapitalis yang pada akhirnya mengarah ke masyarakat tanpa kelas di mana negara akan melenyap.

Konsepsi sosialisme Marxis adalah bahwa fase sejarah tertentu yang akan menggantikan kapitalisme dan didahului dengan komunisme. Karakteristik utama dari sosialisme (terutama yang dipahami oleh Marx dan Engels setelah Komune Paris 1871) adalah bahwa kaum proletar akan mengontrol alat-alat produksi melalui negara buruh yang didirikan oleh para pekerja di kepentingan mereka. Kegiatan ekonomi masih akan diatur melalui penggunaan sistem insentif dan kelas sosial masih akan ada, tetapi untuk tingkat yang lebih rendah dan berkurang di bawah kapitalisme.

Bagi kaum Marxis ortodoks, sosialisme adalah tahap yang lebih rendah dari komunisme berdasarkan prinsip "dari masing-masing sesuai dengan kemampuannya, untuk setiap orang sesuai kontribusinya" sementara komunisme tahap atas didasarkan pada prinsip "dari masing-masing sesuai dengan kemampuannya, untuk setiap orang sesuai kebutuhannya."; tahap atas menjadi mungkin hanya setelah tahap sosialis mengembangkan lebih lanjut efisiensi ekonomi dan otomatisasi produksi menyebabkan berlimpah-limpahnya barang dan jasa.

Marx berpendapat bahwa kekuatan produktif material (dalam industri dan perdagangan) dibawa ke dalam kehidupan oleh kapitalisme yang didasarkan pada masyarakat koperasi karena produksi telah mencakup massa sosial, sedangkan kegiatan kolektif kelas pekerja bertujuan untuk membuat komoditas, tetapi dengan kepemilikan pribadi (hubungan produksi atau hubungan barang). Konflik antara upaya kolektif di kalangan pabrik-pabrik besar dan kepemilikan pribadi akan membawa keinginan kesadaran dalam kelas pekerja untuk membangun kepemilikan kolektif sepadan dengan upaya kolektif pengalaman sehari-hari mereka.

Che Guevara dan Mao Zedong mencari sosialisme berdasarkan para tani pedesaan daripada kelas pekerja perkotaan. Che Guevara berusaha untuk menginspirasi para petani Bolivia dengan contoh dirinya sendiri yang merujuk pada perubahan kesadaran. Guevara mengatakan pada tahun 1965:

Sosialisme tidak bisa ada tanpa perubahan kesadaran yang mengakibatkan sikap persaudaraan baru terhadap kemanusiaan, baik di tingkat individu, dalam masyarakat di mana sosialisme sedang dibangun atau telah dibangun, dan dalam skala dunia, berkaitan dengan semua orang yang menderita akibat penindasan imperialis.

Peran Negara

Sosialis memiliki beragam perspektif mengenai negara dan peran yang harus dilakukannya dalam perjuangan revolusioner, dalam membentuk sosialisme dan dalam ekonomi sosialis.

Utopis versus ilmiah

Reformasi versus revolusi

Ekonomi

Ekonomi sosialis bermula pada premis bahwa "setiap individu tidak hidup atau bekerja dalam kesendirian tetapi bekerja sama dengan yang lainnya. Selanjutnya, semua yang dihasilkan individu dalam beberapa arti merupakan produk sosial, dan setiap orang yang berkontribusi pada produksi barang berhak mendapat bagian di dalamnya. Masyarakat sebagai keseluruhan, selanjutnya, harus memiliki atau setidaknya mengontrol properti tersebut untuk kepentingan semua anggotanya.

Konsepsi asli sosialisme adalah sistem ekonomi yang produksinya diatur secara langsung menghasilkan barang dan jasa untuk kegunaan mereka (atau nilai-guna dalam ekonomi klasik dan Marxian): alokasi langsung sumber daya dalam istilah unit fisik yang bertentangan dengan perhitungan finansial dan hukum ekonomi kapitalisme (lihat hukum nilai), sering melibatkan kategori terakhir ekonomi kapitalistik seperti sewa, bunga, laba, dan uang. Dalam ekonomi sosialis yang berkembang sepenuhnya, produksi dan penyeimbangan masukan dan keluaran faktor menjadi proses teknis yang harus dilakukan oleh para insinyur.

Sosialisme pasar merujuk pada berbagai tatanan teori dan sistem ekonomi yang menggunakan mekanisme pasar untuk mengatur produksi dan mengalokasikan masukan faktor di antara perusahaan yang dimiliki secara sosial, dengan surplus ekonomi (laba) dikumpulkan kepada masyarakat dalam bentuk dividen sosial dibandingkan dengan pemilik modal swasta. Variasi sosialisme pasar termasuk anjuran libertarian seperti mutualisme yang berbasis pada ekonomi klasik, dan model ekonomi neoklasik seperti Model Lange. Bagaimanapun, sebagian ekonom seperti Joseph Stiglitz, Mancur Olson dan lainnya yang tidak secara khusus memajukan posisi anti-sosisalis, menunjukkan bahwa model ekonomi yang mungkin berdasar pada model sosialisme demokratis atau pasar, memiliki kelemahan logika atau perkiraan yang tidak dapat bekerja.

Ekonomi terencana

Ekonomi swakelola

Ekonomi yang diarahkan negara

Sosialisme pasar

Politik

Sosialis di Union Square, Kota New York pada May Day 1912

Gerakan politik sosialis utama dijabarkan di bawah ini. Teoretikus sosialis independen, penulis sosialis utopis dan pendukung akademis sosialis mungkin tidak terwakili dalam gerakan-gerakan ini. Beberapa kelompok politik menyebut dirinya sosialis sambil memegang pandangan yang beberapa anggap bertentangan dengan sosialisme. Istilah "sosialis" juga dipakai oleh beberapa politisi sayap kanan sebagai julukan peyoratif terhadap individu-individu tertentu yang tidak menganggap dirinya sosialis dan menentang kebijakan yang dianggap tidak sosialis oleh pendukungnya.

Ada banyak variasi sosialisme dan oleh karena itu tidak ada definisi tunggal yang merangkum semua sosialisme. Namun, ada elemen umum yang diidentifikasi oleh para sarjana. Dalam Dictionary of Socialism (1924), Angelo S. Rappoport menganalisa empat puluh definisi sosialisme dan menyimpulkan bahwa elemen umum sosialisme termasuk pada: kritik umum terhadap efek sosial dari kepemilikan pribadi dan kontrol atas kapital—sebagai penyebab kemiskinan, upah rendah, pengangguran, ketimpangan ekonomi dan sosial serta kurangnya keamanan ekonomi; pandangan umum bahwa solusi untuk permasalahan tersebut adalah suatu bentuk kontrol kolektif atas alat produksi, distribusi, dan pertukaran (tingkat dan cara kontrol bervariasi di antara gerakan-gerakan sosialis); persetujuan bahwa keluaran dari kontrol kolektif ini haruslah sebuah masyarakat yang berdasarkan pada keadilan sosial, termasuk kesetaraan sosial, perlindungan ekonomi rakyat dan keharusan penyediaan hidup yang lebih memuaskan bagi orang banyak. Dalam The Concepts of Socialism (1975), Bhikhu Parekh mengidentifikasi empat prinsip inti sosialisme dan khususnya masyarakat sosialis: sosialitas, tanggung jawab sosial, kerja sama, dan perencanaan. Dalam studi Ideologies and Political Theory (1996), Michael Freeden menyatakan bahwa semua sosialis memiliki lima tema: pertama, sosialisme berpendapat bahwa masyarakat lebih dari sekumpulan individu; kedua, kesejahteraan manusia dianggap sebagai tujuan yang diinginkan; ketiga, menganggap manusia secara alami sebagai aktif dan produktif; keempat, memegang keyakinan kesetaraan manusia; kelima, sejarah bersifat progesif dan akan menciptakan perubahan positif dengan syarat bahwa manusia bekerja untuk mencapai perubahan tersebut.

Anarkisme

Milisi FAI selama Revolusi Spanyol pada 1936

Anarkisme adalah filsafat politik yang menganjurkan masyarakat tanpa negara yang sering didefinisikan sebagai lembaga sukarela yang memerintah sendiri, tetapi beberapa penulis mendefinisikan lembaga yang lebih spesifik berdasarkan asosiasi bebas non-hirarkis. Anarkisme menganggap negara tidak diinginkan, tidak perlu atau bahkan berbahaya. Sementara antistatisme adalah prinsip utama, beberapa berpendapat bahwa anarkisme melibatkan otoritas lawan atau organisasi hirarkis dalam pelaksanaan hubungan manusia, termasuk tapi tidak terbatas pada sistem negara. Kelompok mutualis menganjurkan sosialisme pasar, koperasi pekerja anarkis kolektivis, dan gaji yang berdasarkan pada jumlah waktu yang dikontribusikan untuk produksi; anarko-komunis menganjurkan transisi langsung dari kapitalisme menuju komunisme libertarian dan ekonomi hadiah, serta aksi langsung pekerja anarko-sindikalis dan pemogokan umum.

Sosialisme demokratik

Sosialisme demokratik modern adalah gerakan politik luas yang berupaya untuk mempromosikan cita-cita sosialisme dalam konteks sistem demokrasi. Beberapa sosialis demokrat mendukung demokrasi sosial sebagai langkah temporer untuk mereformasi sistem saat ini, sementara yang lainnya menolak reformisme demi metode yang lebih revolusioner. Sementara itu, demokrasi sosial modern menekankan program modifikasi legislatif bertahap dari kapitalisme untuk menjadikannya lebih adil dan manusiawi, sementara tujuan akhir teoretis untuk membangun masyarakat sosialis sepenuhnya dilupakan atau didefinisikan ulang dengan cara pro-kapitalis. Kedua gerakan ini mirip dalam terminologi maupun ideologi, meski ada beberapa perbedaan utama.

Perbedaan utama antara demokrasi sosial dan sosialisme demokratik adalah tujuan politik mereka: demokrat sosial kontemporer mendukung negara kesejahteraan dan perundingan bersama sebagai sarana untuk "memanusiakan" kapitalisme, sedangkan sosialis demokrat berusaha untuk mengganti kapitalisme dengan sistem ekonomi sosialis, dengan alasan bahwa setiap usaha untuk "memanusiakan" kapitalisme melalui regulasi dan kebijakan kesejahteraan akan merusak pasar dan menciptakan kontradiksi ekonomi.

Sosialisme demokratik secara umum merujuk pada setiap gerakan politik yang berupaya untuk membangun ekonomi yang didasarkan pada demokrasi ekonomi oleh dan untuk kelas pekerja. Sosialisme demokratik sulit untuk didefinisikan dan sekelompok sarjana memiliki definisi yang sangat berbeda untuk istilah tersebut. Beberapa definisi hanya merujuk pada segala bentuk sosialisme yang mengikuti jalan pemilihan umum, reformis atau evolusioner menuju sosialisme, daripada yang revolusioner.

Anda tidak dapat berbicara tentang mengakhiri permukiman kumuh tanpa terlebih dulu mengatakan profit harus disingkirkan darinya. Anda benar-benar merusak dan berurusan dengan hal berbahaya karena Anda mengacaukan orang-orang di sana. Sekarang, ini berarti kita memasuki situasi yang sulit, karena sungguh artinya kita mengatakan bahwa ada yang salah dengan kapitalisme. Harus ada distribusi kekayaan yang lebih baik, dan mungkin Amerika harus bergerak menuju sosialisme demokratik.

— Martin Luther King, Jr., 1966

Leninisme dan pendahulunya

Blanquisme merujuk pada konsepsi revolusi yang umumnya dikaitkan dengan Louis Auguste Blanqui yang menyatakan bahwa revolusi sosial harus dilakukan oleh kelompok yang relatif kecil yang terdiri dari konspirator yang sangat terorganisir dan tertutup.[84] Setelah merebut kekuasaan, kaum revolusioner kemudian akan menggunakan kekuatan negara untuk memperkenalkan sosialisme. Ini dianggap sebagai semacam "putschisme" tertentu, yakni pandangan bahwa revolusi politik harus dilaksanakan dalam bentuk putsch atau kudeta. Rosa Luxemburg dan Eduard Bernstein mengkritik Vladimir Lenin karena konsepsi revolusinya yang elitis dan pada dasarnya Blanquis. Marxisme–Leninisme adalah ideologi politik yang menggabungkan Marxisme (konsep sosialis ilmiah yang diteorikan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels) dan Leninisme (ekspansi teoretis Marxisme yang mencakup anti-imperialisme, sentralisme demokratik dan prinsip pembangunan partai). Marxisme-Leninisme adalah ideologi resmi Partai Komunis Uni Soviet dan Komunis Internasional (1919-1943) dan kemudian menjadi ideologi panduan utama bagi kaum Trotskyis, Maois dan Stalinis.

Sosialisme libertarian

Jurnal anarkis pertama yang menggunakan istilah "libertarian" adalah Le Libertaire, Journal du Mouvement Social, dipublikasikan di Kota New York antara 1858 dan 1861 oleh anarko-komunis Prancis, Joseph Déjacque, orang pertama yang tercatat menggambarkan dirinya sebagai "libertarian"

Sosialisme libertarian (kadang disebut anarkisme sosial, libertarianisme sayap kiri dan libertarianisme sosialis) adalah kelompok filsafat politik anti-otoritarian di dalam gerakan sosialis yang menolak sosialisme sebagai kepemilikan dan kontrol ekonomi negara yang tersentralisasi, termasuk kritik terhadap relasi buruh upah di tempat kerja, serta negara itu sendiri. Sosialisme libertarian menekankan manajemen mandiri pekerja di tempat kerja dan struktur organisasi politik yang didesentralisasi, menyatakan bahwa masyarakat yang didasarkan atas kebebasan dan kesetaraan dapat dicapai melalui penghapusan lembaga otoriter yang mengontrol alat produksi tertentu dan mensubordinasikan mayoritas kepada kelas pemilik atau elit politik dan ekonomi. Sosialis libertarian umumnya menempatkan harapan mereka dengan cara demokrasi langsung yang terdesentralisasi serta asosiasi federasi atau konfederasi seperti seperti munisipalisme libertarian, majelis rakyat, serikat pekerja, dan dewan pekerja. Terkait dengan hal tersebut, anarko-sindikalis Gaston Leval menjelaskan: "Oleh karena itu kita meramalkan sebuah Masyarakat di mana semua aktivitas akan dikoordinasikan, sebuah struktur yang pada waktu yang sama memiliki fleksibilitas yang cukup untuk memungkinkan otonomi seluas mungkin bagi kehidupan sosial, atau bagi keberlangsungan setiap penghidupan, dan keterpaduan yang cukup untuk mencegah kekacauan...Dalam masyarakat yang terorganisir dengan baik, semua hal itu harus dicapai secara sistematis melalui federasi yang pararel, disatukan secara vertikal di tingkat tertinggi, membentuk satu organisme besar yang di dalamnya semua fungsi ekonomi akan dilakukan dalam solidaritas dengan yang lain, oleh karenanya akan secara permanen menjaga kohesi yang diperlukan". Semua itu biasanya dilakukan dalam seruan umum untuk relasi manusia yang libertarian dan sukarela melalui identifikasi, kritik dan pembongkaran praktis dari otoritas tidak sah di semua aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, sosialisme libertarian dalam gerakan sosialis yang lebih luas berusaha untuk membedakan dirinya dengan Leninisme/Bolshevisme dan demokrasi sosial.

Filsafat dan gerakan politik di masa lalu dan sekarang yang umumnya digambarkan sebagai sosialis libertarian termasuk di antaranya: anarkisme (khususnya komunisme anarkis, kolektivisme anarkis, anarko-sindikalisme dan mutualisme) serta otonomisme, komunalisme, partisipisme, sindikalisme revolusioner dan filosofi Marxis libertarian seperti komunisme dewan dan Luxemburgisme; serta beberapa versi sosialisme utopis dan anarkisme individualis.

Sosialisme religius

Sosialisme Kristen adalah konsep luas yang melibatkan jalinan antara agama Kristen dengan teori politik dan ekonomi sosialisme.

Sosialisme Islam adalah istilah yang diciptakan oleh berbagai pemimpin Muslim untuk menggambarkan bentuk sosialisme yang lebih spiritual. Kaum sosialis Muslim percaya bahwa ajaran Al-Qur'an dan Nabi Muhammad sejalan dengan pinsip kesetaraan dan kepemilikan publik yang terinspirasi dari negara kesejahteraan Madinah awal yang didirikan oleh Nabi Muhammad. Sosialis Muslim lebih konservatif dibandingkan kelompok kontemporer Barat, serta menemukan akarnya dalam anti-imperialisme, antikolonialisme dan nasionalisme Arab. Pemimpin sosialis Islam percaya pada demokrasi dan mendapatkan legitimasi mandat dari publik, bertentangan dengan ayat-ayat religius.

Demokrasi sosial dan sosialisme liberal

Demokrasi sosial adalah ideologi politik yang "berasal dari tradisi pemikiran politik sosialis. Banyak demokrat sosial menyebut dirinya sebagai sosialis atau sosialis demokrat, dan beberapa lainnya, seperti Tony Blair, menggunakan istilah tersebut secara bergantian. Yang lainnya berpendapat bahwa ada perbedaan yang jelas antara ketiga istilah tersebut, dan lebih suka menggambarkan kepercayaan politiknya dengan istilah ‘demokrasi sosial’ saja. Ada dua arus utama, baik untuk membangun sosialisme demokratik, atau membangun negara kesejahteraan di dalam kerangka sistem kapitalis. Varian pertama secara resmi memiliki tujuan untuk membangun sosialisme demokratik melalui metode reformis dan gradualis. Pada varian kedua, demokrasi sosial menjadi rezim kebijakan yang melibatkan negara kesejahteraan, skema perundingan bersama, dukungan terhadap pelayanan publik yang dibiayai publik, serta ekonomi berbasis kapitalis seperti ekonomi campuran. Sistem ini sering digunakan untuk merujuk pada model sosial dan kebijakan ekonomi yang menonjol di Eropa Barat dan Utara selama paruh kedua abad ke-20. Sistem ini juga digambarkan oleh Jerry Mander sebagai ekonomi "hibrida", sebuah kolaborasi aktif antara visi kapitalis dan sosialis. Meski sistem tersebut tidak sempurna, mereka cenderung memberikan standar hidup yang tinggi. Sejumlah penelitian dan survey menunjukkan bahwa orang-orang cenderung hidup lebih bahagia di masyarakat demokrat sosial dibandingkan yang neoliberal.

Eduard Bernstein

Demokrat sosial mendukung varian pertama, menganjurkan transisi evolusioner ekonomi kapitalisme secara damai ke sosialisme melalui reformasi sosial secara progresif. Demokrat sosial menegaskan bahwa bentuk konstitusional pemerintahan yang dapat diterima adalah demokrasi perwakilan di bawah aturan hukum. Sistem ini mendorong perluasan penentuan kebijakan secara demokratis selain demokrasi politik, yaitu demokrasi ekonomi untuk menjamin pekerja dan pemangku kepentingan ekonomi lain atas hak kodeterminasi. Sistem ini juga mendukung ekonomi campuran yang menentang ekses kapitalisme seperti kesenjangan, kemiskinan, dan penindasan berbagai golongan, serta menolak pasar bebas secara total atau ekonomi terencana secara penuh. Kebijakan demokrasi sosial yang umum di antaranya termasuk dukungan terhadap hak sosial universal untuk memperoleh pelayanan publik yang dapat diakses secara universal, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, kompensasi pekerja, dan layanan lainnya, termasuk pelayanan anak dan pelayanan untuk manula. Demokrasi sosial berhubungan dengan gerakan buruh dan mendukung hak perundingan kolektif bagi pekerja. Sebagian besar partai demokrasi sosial berafilisasi dengan Sosialis Internasional.

Sosialisme liberal adalah filsafat politik sosialis yang memasukkan prinsip liberal di dalamnya. Sosialisme liberal tidak memiliki tujuan untuk menggantikan kapitalisme dengan ekonomi sosialis; tetapi mendukung ekonomi campuran yang mencakup properti publik dan pribadi dalam barang modal. Meski sosialisme liberal secara tegas memilih ekonomi pasar campuran, sistem ini menyatakan bahwa monopoli legalistik dan buatan adalah kesalahan kapitalisme dan menentang ekonomi yang sepenuhnya tidak diregulasi. Sistem ini mempertimbangkan kemerdekaan dan kesetaraan agar dapat kompatibel dan bergantung satu sama lain. Prinsip yang menjelaskan "sosialis liberal" telah didasarkan atau dikembangkan oleh filsuf berikut ini: John Stuart Mill, Eduard Bernstein, John Dewey, Carlo Rosselli, Norberto Bobbio, dan Chantal Mouffe. Tokoh sosialis liberal penting lainnya antara lain Guido Calogero, Piero Gobetti, Leonard Trelawny Hobhouse, John Maynard Keynes, dan R. H. Tawney. Sosialisme liberal secara khusus terkenal di politik Britania dan Italia.

Sosialisme dan gerakan sosial progresif modern

Feminis sosialis Clara Zetkin dan Rosa Luxemburg pada 1910

Feminisme sosialis adalah cabang feminisme yang berfokus pada ranah publik dan privat kehidupan perempuan, serta berpendapat bahwa pembebasan hanya dapat dicapai dengan berupaya untuk mengakhiri sumber ekonomi dan kultural dari penindasan perempuan. Fondasi feminisme Marxis diletakkan oleh Friedrich Engels dalam analisanya mengenai penindasan gender di The Origin of the Family, Private Property, and the State (1884). Karya August Bebel, Woman under Socialism (1879), "karya tunggal terkait seksualitas yang paling banyak dibaca oleh petinggi dan anggota Partai Demokrat Sosial Jerman (SPD)". Pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20, Clara Zetkin dan Eleanor Marx menentang demonisasi laki-laki dan mendukung revolusi proletariat yang akan mengatasi sebanyak mungkin ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. Karena gerakan mereka sudah memiliki tuntutan paling radikal dalam kesetaraan perempuan, sebagian besar pemimpin Marxis, termasuk Clara Zetkin dan Alexandra Kollontai, mempertentangkan Marxisme melawan feminisme liberal dibandingkan dengan mencoba menggabungkan keduanya. Anarko-feminisme dimulai pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 oleh penulis dan teoretikus seperti feminis anarkis Emma Goldman dan Voltairine de Cleyre. Dalam Perang Saudara Spanyol, kelompok anarko-feminis, Mujeres Libres ("Perempuan Bebas") terkait dengan Federación Anarquista Ibérica, diorganisir untuk mempertahankan gagasan anarkis dan feminis. Pada 1972, Chicago Women's Liberation Union menerbitkan "Socialist Feminism: A Strategy for the Women's Movement", yang diyakini sebagai publikasi pertama yang menggunakan istilah "feminisme sosialis".

Edward Carpenter, filsuf dan aktivis yang berperan penting dalam pembentukan Masyarakat Fabian dan Partai Buruh, serta pada masa awal gerakan LGBTI Barat

Banyak sosialis merupakan pendukung awal hak-hak LGBT. Bagi sosialis terdahulu, Charles Fourier, kebebasan sejati hanya dapat terjadi tanpa menekan renjana, karena penindasan renjana tidak hanya merusak individu, tapi juga masyarakat secara keseluruhan. Menulis sebelum munculnya istilah "homoseksualitas", Fourier mengakui bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki berbagai kebutuhan dan preferensi yang luas dan dapat berubah sepanjang hidup mereka, termasuk seksualitas sesama jenis dan androgénité. Dia berpendapat bahwa semua ekspresi seksual harus dinikmati selama tidak ada orang yang dicela, serta "mengiakan perbedaan seseorang" sebenarnya dapat menguatkan integrasi sosial. Dalam karya Oscar Wilde, The Soul of Man Under Socialism, dengan semangat dia mengadvokasi masyarakat egaliter di mana semua berbagi kekayaan, sambil memperingatkan bahaya sistem sosial yang menghancurkan individualitas. Politik sosialis libertarian Wilde juga dimiliki oleh tokoh-tokoh lain yang secara aktif mengkampanyekan emansipasi homoseksual pada akhir abad ke-19, seperti Edward Carpenter. Dia menulis The Intermediate Sex: A Study of Some Transitional Types of Men and Women pada 1908, sebuah karya awal yang menganjurkan pembebasan gay. Dia juga tokoh berpengaruh dalam pembentukan Masyarakat Fabian dan Partai Buruh. Setelah Revolusi Rusia di bawah pimpinan Vladimir Lenin dan Leon Trotsky, Uni Soviet menghapuskan undang-undang sebelumnya yang menentang homoseksualitas. Harry Hay adalah pemimpin awal gerakan hak LGBT di Amerika, serta sebagai anggota Partai Komunis AS. Dia dikenal atas perannya dalam membantu mendirikan beberapa organisasi gay, termasuk Mattachine Society, kelompok hak gay pertama yang bertahan di Amerika Serikat, dan pada masa awalnya memiliki pengaruh Marxis yang kuat. Encyclopedia of Homosexuality melaporkan bahwa "karena Marxis sebagai pendiri kelompok percaya bahwa ketiakadilan dan penindasan yang mereka derita berasal dari hubungan yang tertanam dalam di struktur masyarakat Amerika". Muncul juga dari sejumlah peristiwa, seperti Peristiwa Mei 1968 di Prancis, gerakan anti-Perang Vietnam, dan kerusuhan Stonewall pada 1969, organisasi pembebasan gay militan mulai bermunculan di seluruh dunia. Banyak yang melihat akar mereka di radikalisme kiri lebih dari kelompok-kelompok homofilia yang mapan pada saat itu, meskipun Front Pembebasan Gay mengambil sikap antikapitalis dan menyerang peran keluarga inti dan gender tradisional.

Ekososialisme, sosialisme hijau atau ekologi sosialis adalah posisi politik yang menggabungkan aspek Marxisme, sosialisme dan/atau sosialisme libertarian dengan politik hijau, ekologi dan alterglobalisasi. Ekososialis umumnya percaya bahwa perluasan sistem kapitalis adalah penyebab eksklusi sosial, kemiskinan, perang, dan degradasi lingkungan melalui globalisasi dan imperialisme di bawah pengawasan negara dan struktur transnasional yang represif. Bertentangan dengan penggambaran Karl Marx oleh beberapa aktivis lingkungan, ahli ekologi sosial, dan sesama sosialis sebagai produktivis yang menyukai dominasi atas alam, ekososialis telah meninjau kembali tulisan Marx dan percaya bahwa dia "adalah pencetus utama pandangan dunia ekologis". Penulis ekososialis seperti John Bellamy Foster dan Paul Burkett, menunjukkan diskusi Marx tentang "keretakan metabolis" antara manusia dan alam, pernyataannya bahwa "kepemilikan pribadi atas dunia oleh individu tunggal akan tampak sangat absurd, sama seperti kepemilikan pribadi manusia oleh manusia lainnya" dan pengamatannya bahwa suatu masyarakat "menyerahkan planet kepada generasi penerus dalam kondisi yang lebih baik". Sosialis Inggris, William Morris sebagian besar dihargai atas pengembangan prinsip-prinsip utama dari apa yang kemudian disebut ekososialisme. Selama 1880-an dan 1890-an, Morris mempromosikan gagasan ekososialisnya di dalam Federasi Demokrat Sosial dan Liga Sosialis. Anarkisme hijau, atau ekoanarkisme, adalah aliran pemikiran di dalam anarkisme yang menempatkan penekanan khusus pada permasalah lingkungan. Pengaruh awal penting yaitu pemikiran dari anarkis Amerika, Henry David Thoreau dan bukunya Walden dan Ã‰lisée Reclus.

Pada akhir abad ke-19, muncul anarko-naturisme sebagai perpaduan antara filsafat anarkisme dan naturis di dalam lingkaran anarkis individualis di Prancis, Spanyol, Kuba dan Portugal. Ekologi sosial berkaitan erat dengan karya dan gagasan Murray Bookchin dan dipengaruhi oleh anarkis Peter Kropotkin. Buku pertama Bookchin, Our Synthetic Environment, diterbitkan dengan nama samaran Lewis Herber pada 1962, beberapa bulan sebelum Silent Spring karya Rachel Carson. Esainya yang inovatif, "Ecology and Revolutionary Thought", memperkenalkan ekologi sebagai konsep dalam politik radikal. Pada 1970-an, Barry Commoner, menyarankan tanggapan sayap kiri terhadap model Limit to Growth yang meramalkan bencana penipisan sumber daya dan mendorong environmentalisme, mendalilkan bahwa teknologi kapitalis terutama bertanggung jawab atas degadrasi lingkungan dibandingkan ledakan populasi. Pada 1990-an, feminis sosialis Mary Mellor dan Ariel Salleh menyinggung permasalahan lingkungan di dalam paradigma ekososialis. Dengan meningkatnya profil gerakan antiglobalisasi di Global South, sebuah "environmentalisme kaum miskin" yang menggabungkan kesadaran ekologis dan keadilan sosial juga menjadi terkenal. Pada 1994, David Pepper juga merilis karya pentingnya, Ecosocialism: From Deep Ecology to Social Justice, yang mengkritik pendekatan saat ini dari banyak kelompok politik hijau, khususnya ekologi mendalam. Saat ini, ada banyak partai hijau di seluruh dunia, seperti Partai Kiri Hijau Belanda (GroenLinks), yang melingkupi elemen ekososialis yang kuat. Aliansi merah-hijau radikal telah terbentuk di banyak negara oleh ekososialis, hijau radikal dan kelompok kiri radikal lainnya. Di Denmark, Aliansi Merah-Hijau dibentuk sebagai koalisi berbagai partai radikal. Di dalam Parlemen Eropa, sejumlah partai kiri jauh dari Eropa Utara mengorganisir diri mereka ke dalam Aliansi Kiri Hijau Nordik.

Sindikalisme

Sindikalisme adalah gerakan sosial yang bekerja melalui serikat pekerja industri dan menolak sosialisme negara dan penggunaan politik mapan untuk membangun atau mempromosikan sosialisme. Mereka menolak menggunakan kekuasaan negara untuk membangun masyarakat sosialis, lebih mendukung strategi seperti pemogokan umum. Kaum sindikalis menganjurkan ekonomi sosialis yang didasarkan pada pembuatan federasi serikat atau sindikat pekerja yang memiliki dan mengelola alat-alat produksi. Beberapa aliran Marxis menganjurkan sindikalisme, seperti De-Leonisme. Anarko-sindikalisme adalah teori anarkisme yang memandang sindikalisme sebagai metode bagi pekerja di masyarakat kapitalis untuk meraih kontrol ekonomi dan dengan kontrol tersebut dapat mempengaruhi masyarakat yang lebih luas. Revolusi Spanyol sebagian besar didalangi oleh serikat pekerja anarko-sindikalis CNT selama Perang Saudara Spanyol, dan peristiwa tersebut menawarkan contoh sejarah. Asosiasi Pekerja Internasional adalah federasi internasional serikat pekerja anarko-sindikalis.


Buka juga :

Post a Comment

0 Comments